Apa Itu RPP K13 dan Bagaimana Cara Membuat RPP K13?

Sebagai seorang guru, makna RPP tentu saja bukan sesuatu yang asing. Apalagi jikalau Anda adalah seorang guru SD. Pembuatan RPP K13 SD bisa dibilang sebagai salah satu kunci mutlak berasal dari proses studi dan mengajar.

Namun, banyak termasuk guru yang tetap bingung berkenaan RPP, lebih-lebih para guru baru. Seperti tidak mengerti apa itu RPP atau tidak mengerti bagaimana cara mengakibatkan RPP K13 kelas 1. Jika Anda adalah salah satunya, maka artikel ini merupakan artikel yang pas untuk Anda.

Apa yang Dimaksud bersama RPP K13?
Sebelum mengerti bagaimana cara mengakibatkan RPP, tentu saja Anda perlu mengerti lebih pernah apa itu RPP K13. Sehingga, proses pembuatan RPP bisa lebih lancar dan cocok bersama obyek pendidikan itu sendiri.

Secara umum, RPP merupakan singkatan berasal dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Biasanya, RPP dikembangkan berasal dari silabus dan dibikin untuk satu pertemuan tatap wajah atau lebih. Pembuatan RPP ini dijalankan sehingga kegiatan pembelajaran bisa berjalan bersama lebih terarah dan cocok bersama obyek Kompetensi Dasar (KD).

Apa Saja RPP 13 Komponen?
Sebuah RPP terdiri berasal dari sebagian elemen dasar. Komponen elemen selanjutnya diuraikan di dalam Permendikbud No. 22 tahun 2016. Setidaknya, ada 3 komponen utama yang dapat Anda temukan di dalam RPP, yaitu:

1. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran di dalam RPP biasanya dituliskan di dalam bentuk rencana operasional. Bagian ini memuat rancangan kompetensi yang diharapkan bisa dikuasai oleh siswa. Tujuan pembelajaran termasuk bisa memuat satu atau sebagian obyek dan perlu bisa diukur.

Perbedaan jenjang sekolah atau kelas biasanya mempunyai obyek yang berbeda. Misalnya, RPP K13 kelas 2 semester 1 dapat berlainan bersama RPP K13 kelas 6 semester akhir. Namun, sebagian Kompetensi Dasar bisa saja mempunyai obyek yang sama. Khususnya jikalau jenjang kelasnya tidak berlainan jauh.

2. Langkah-Langkah Pembelajaran
Bagian ini memuat beberapa langkah kegiatan yang dapat dilaksanakan. Mulai berasal dari pendahuluan atau pembuka, kegiatan inti, hingga kegiatan penutup.

Akan tetapi, beberapa langkah ini bisa sesuai bersama materi dan situasi pembelajaran. Sehingga, di dalam sebagian kegiatan, pembuka, kegiatan inti, dan penutup tidak perlu terlaksana seluruhnya.

3. Penilaian Pembelajaran
Penilaian pembelajaran menyebutkan berkenaan teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen yang digunakan untuk menyatukan data. Sedangkan penyajiannya biasanya digunakan di dalam bentuk matriks horizontal atau vertikal.

Selain 3 komponen tersebut, sebagian RPP K13 mempunyai komponen yang lebih panjang. Akan tetapi, komponen lain tak hanya 3 komponen di atas berbentuk sebagai pelengkap.

RPP Isinya Apa Saja?
Secara umum, ada 7 anggota RPP yang bisa ditemukan pada RPP K13 yang lengkap, yaitu:

1. Identitas
Bagian identitas termasuk nama sekolah, mata pelajaran, kelas/semester, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, dan alokasi waktu. Perlu diingat bahwa penyusunan satu RPP adalah untuk satu Kompetensi Dasar.

Pengisian anggota standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator tidak dibikin segera oleh guru. Akan tapi mengikuti silabus yang sudah disusun oleh satuan pendidikan. Sedangkan anggota alokasi sementara diisi bersama jumlah jam pelajaran dan banyaknya pertemuan yang diperlukan untuk menyelesaikan satu Kompetensi Dasar.

2. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran menyebutkan berkenaan obyek pembelajaran yang mendambakan dicapai lewat sebuah Kompetensi Dasar. Karena itu, obyek pembelajaran perlu berbentuk obyek yang bisa diukur.

3. Materi Pembelajaran
Materi pembelajaran dibikin bersama mengacu pada materi pokok yang ada di silabus. Karena itu, pembuatan materi pembelajaran di dalam RPP K13 kelas 5 ataupun kelas lainnya perlu sesuaikan bersama obyek pembelajaran yang sudah dibuat.

4. Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran bisa sesuai bersama karakteristik pendekatan atau trick pembelajaran yang dipilih. Karena itu, bentuknya bisa berbentuk metode, model, atau pendekatan pembelajaran yang membantu proses belajar.

5. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
Langkah-langkah pembelajaran menyebutkan secara rinci berkenaan kegiatan pembelajaran yang dapat dilakukan. Idealnya, cara pembelajaran terdiri berasal dari kegiatan pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Namun, kerap kali pertemuan dijalankan tanpa adanya salah satu berasal dari kegiatan tersebut.

6. Sumber Belajar
Pemilihan sumber studi sesuai bersama rumusan yang ada di dalam silabus yang sudah dibikin oleh satuan pendidikan.

Sebagai contoh, jikalau silabus menyebutkan bahwa sumber studi berasal berasal dari sebuah buku teks, maka RPP termasuk mencantumkan perihal yang sama. Hanya saja, RPP K13 menyebutkan bersama lebih rinci. Mulai berasal dari judul buku, pengarang, hingga halaman acuan.

Selain buku teks, sumber studi termasuk bisa berasal berasal dari lingkungan, media, narasumber, alat, dan bahan ajar lainnya.

7. Penilaian
Ada banyak bentuk penilaian yang biasa digunakan sebagai sumber penilaian. Yang paling umum adalah penilaian di dalam bentuk tes tertera uraian, tes unjuk kerja, atau tugas rumah. Jika penilaian berbentuk tugas rumah seperti proyek, maka penilaian perlu disertai bersama rubrik penilaian.

Syarat Pembuatan RPP
Idealnya, sebuah RPP terdiri berasal dari 7 anggota RPP yang sudah disebutkan. Akan tetapi, cukup jarang guru yang mengakibatkan RPP lengkap seperti itu. Umumnya, RPP yang dibikin cuma memuat 3 elemen mutlak saja, yakni tujuan, langkah-langkah, dan penilaian pembelajaran. Elemen lainnya adalah elemen pelengkap yang membantu 3 elemen utama tersebut.

Apakah Ada Syarat Pembuatan RPP? ayo berbagi rpp
Secara umum, tidak ada syarat tertentu untuk mengakibatkan RPP. Namun, ada 3 komitmen basic yang perlu diperhatikan sementara mengakibatkan RPP K13 kelas 2 atau kelas yang lebih tinggi, yakni komitmen efisien, efektif, dan berorientasi pada murid.

– Efisien : Penulisan RPP perlu dijalankan secara pas tanpa menggunakan banyak sementara dan tenaga.

– Efektif : Penulisan RPP dijalankan untuk menggapai obyek pembelajaran.

– Berorientasi pada murid : Penulisan RPP perhitungkan kesiapan, ketertarikan, dan kebutuhan studi murid di kelas.

Bagaimana Standar Baku Pembuatan RPP?
Tidak ada standar baku di dalam penulisan RPP. Guru mempunyai kebebasan penuh untuk gunakan format penulisan RPP cocok kebutuhan. Selain itu, guru termasuk bisa membuat, memilih, mengembangkan, hingga membagikan format RPP yang dimilikinya.

Guru termasuk mempunyai kebebasan untuk menentukan panjang RPP. Bahkan, RPP bisa dibikin terlampau singkat, jika satu halaman saja. Yang terpenting, penyusunan RPP selanjutnya dijalankan bersama perhatikan komitmen efisien, efektif, dan berorientasi pada murid.

 

Cara Membuat RPP K-13
Membuat RPP sebenarnya bukan perihal yang sulit. Meski begitu, perihal ini termasuk bisa sedikit membingungkan. Apalagi bagi guru yang baru pertama kali mengakibatkan RPP K13 atau pun guru yang baru pertama kali mengajar.

Akan tetapi, mengakibatkan RPP sebenarnya tidak terlampau membingungkan. Khususnya jikalau Anda mengerti beberapa langkah yang perlu dijalankan untuk mengakibatkan RPP yang baik. Sebagai gambaran, selanjutnya ini adalah beberapa langkah yang bisa Anda jadikan acuan untuk mengakibatkan RPP.

1. Mengkaji Silabus pada Kurikulum Nasional
Umumnya, pergantian kurikulum nasional dapat berpengaruh pada proses pembuatan RPP. Karena itu, guru perlu mengerti kurikulum nasional yang berlaku. Jika Anda mendambakan mengakibatkan RPP K13, maka Anda perlu membahas dan mengerti silabus Kurikulum K13 sebagai acuan.

Untuk membahas silabus, maka guru perlu melaksanakan pengkajian pada Kompetensi Dasar, indikator, kegiatan belajar, dan penilaian yang cocok bersama aspek Kompetensi Inti. Sehingga, kegiatan pembelajaran yang dijalankan bisa membantu pencapaian Kompetensi Dasar yang diharapkan.

2. Menentukan Tujuan
Selanjutnya, pengembangan RPP termasuk perlu sesuaikan bersama obyek kurikulum 2013. Setidaknya, ada dua aspek yang perlu dipertimbangkan sementara menentukan tujuan. Yaitu aspek peserta didik dan aspek kapabilitas peserta didik.

Dengan kata lain, obyek pembelajaran perlu bisa mendorong keaktifan siswa. Sehingga, siswa bisa menggapai obyek yang cocok bersama indikator pencapaian dan Kompetensi Dasar.

3. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran dikembangkan sehingga bisa mendorong keaktifan siswa di dalam belajar. Umumnya, kegiatan pembelajaran termasuk pendahuluan, inti, dan penutup. Secara khusus, kegiatan pembelajaran bisa berbentuk kegiatan eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

Dalam kegiatan ini, peserta didik diharapkan bisa menyatakan keaktifan bersama empat cara. Yaitu lewat pengamatan, pertanyaan, pengasosiasian, dan penyajian. Bentuk keaktifan termasuk bisa sesuai bersama materi yang disampaikan.

4. Penjabaran Jenis Penilaian
Selanjutnya, RPP K13 termasuk menyebutkan berkenaan penjabaran style penilaian yang digunakan. Ada sebagian bentuk penilaian yang bisa dilakukan. Setiap style materi atau pembelajaran bisa saja mempunyai style penilaian yang berlainan pula.

Ada banyak bentuk penilaian yang bisa digunakan oleh guru. Mulai berasal dari penilaian di dalam bentuk tes maupun non tes. Penilaian termasuk bisa dijalankan secara tertera maupun lisan. Misalnya lewat pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya, tugas, proyek, produk, penggunaan portofolio, self-assessment, dan lain sebagainya.

Di samping itu, penilaian termasuk perlu sesuaikan bersama obyek kompetensi. Sehingga, penilaian yang dijalankan perlu bisa mengukur pencapaian kompetensi yang diharapkan. Jika siswa tidak bisa menggapai kompetensi cocok harapan, maka pendidik bisa melaksanakan tindak lanjut. Seperti remidi, pengayaan, atau pun bentuk perbaikan proses studi lainnya.

5. Menentukan Alokasi Waktu
Selanjutnya, RPP K13 termasuk perlu bisa menyatakan perkiraan alokasi sementara yang diperlukan untuk menggapai KKM. Penentuan alokasi sementara ini dibikin bersama perhitungkan jumlah Kompetensi Dasar dan minggu efisien sekolah.

Bukan cuma jumlah Kompetensi Dasar, alokasi sementara termasuk perhitungkan level ada problem kompetensi, keluasan, kedalaman, dan prioritas Kompetensi Dasar. Sehingga, alokasi sementara antar Kompetensi Dasar yang satu bersama yang lain bisa saja berbeda.

Selain perhitungkan tingkat kesulitan, alokasi sementara termasuk perlu perhitungkan aspek siswa. Seperti kapabilitas siswa menerima materi ajar. Tentu saja perkiraan ini perlu bisa mengakomodir kapabilitas siswa yang cenderung beragam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *