Jangan Abai! Inilah 4 Tips Memilih Asuransi yang Tepat

Kesehatan sudah jadi barang mahal yang amat dibutuhkan semua orang, apalagi di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang. Dapat dikatakan bahwa mempunyai asuransi mirip pentingnya dengan mempunyai tempat tinggal. Agar beroleh produk asuransi dengan faedah paling lengkap, sebaiknya ketahui tips pilih asuransi.

Untuk menjaga kebugaran dan kebugaran tubuh bukan hanya menjaga pola makan dengan teratur, berolahraga dan beristirahat dengan tertata saja.

Sebab, sebagian masalah ditemukan seseorang yang menjaga pola makan dan istirahat dengan tertata dan rutin berolahraga justru menghadap kematian dengan cepat.

Mengingat risiko problem kebugaran dan kematian yang susah untuk diprediksi, sebaiknya proteksi diri dan keluarga dengan asuransi yang mengimbuhkan faedah terlengkap dengan harga premi yang sesuai dengan pertanggungan yang diberikan.

Yuk, ketahui tips pilih asuransi yang tepat tersebut ini! informasi asuransi terlengkap

Lakukan Riset Tentang Produk Asuransi
Di Indonesia, setidaknya ada 10 produk asuransi di tawarkan para perusahaan asuransi. Di antaranya ada produk asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, asuransi rumah, asuransi kendaraan, asuransi pendidikan, asuransi kerugian, asuransi perjalanan, asuransi pensiun, dan asuransi syariah.

Pada masing-masing model asuransi tersebut tawarkan faedah pertanggungan yang berbeda. Misalnya saja produk asuransi jiwa berjangka yang mengimbuhkan faedah pemberian untuk jangka kala tertentu, seperti 5 th. atau 10 tahun.

Sementara itu, ada asuransi jiwa dwiguna yang mengimbuhkan faedah sebagai asuransi berjangka sekaligus tabungan. Lalu, asuransi jiwa unit link yang mengimbuhkan faedah pertanggungan berwujud asuransi pemberian jiwa dan investasi.
Beli Produk Asuransi Sesuai Kebutuhan
Sebelum memutuskan, Anda harus mengidentifikasi asuransi apa yang sesuai dengan keperluan dan juga kapabilitas Anda.

Apabila asuransi yang dibutuhkan adalah asuransi yang mengimbuhkan pemberian jiwa sekaligus sebagai wadah investasi, sebaiknya Anda pilih produk asuransi jiwa unit link daripada asuransi jiwa dwiguna. Sebab, faedah pertanggungan yang diberikan asuransi jiwa dwiguna tidak mengimbuhkan faedah investasi begitu termasuk sebaliknya.

Jadi, menentukan khususnya dahulu asuransi seperti apa yang Anda butuhkan. Baru sesuaikan dengan kapabilitas finansial dalam membayar premi asuransi.
Aktif Bertanya kepada Insurance Consultant atau Agen yang Berlisensi
Saat mulai curiga dan kuatir pada faedah pertanggungan yang dapat didapatkan dari produk asuransi tersebut, sebaiknya langsung menanyakan saja kepada insurance consultant atau agen yang sudah disiapkan dan sudah berlisensi agar semua pertanyaan yang ada di benak Anda terjawab dengan benar.

Kasus yang berlangsung di masyarakat adalah malu dan sungkan untuk mengungkap pertanyaan yang ada di dalam otak agar pulang ke tempat tinggal masih dipenuhi dengan segudang pertanyaan.
Apakah Kita Sudah Benar-Benar Memahami Asuransi yang Dipilih?
Sebelum amat diberi tanda tangan Surat Permintaan Asuransi Jiwa (SPAJ) atau Surat Permintaan Asuransi Kesehatan (SPAK), ada baiknya untuk menanyakan kepada diri sendiri apakah kita sudah amat tahu perihal produk asuransi yang dipilih.

Ketahui dengan tentu seberapa jauh faedah pertanggungan yang dapat didapatkan, bagaimana rangkaian faedah pertanggungan yang dapat didapatkan nanti, seperti apa proses pencairan pertanggungan, sampai langkah membayar premi tiap bulannya.

Pastikan sebagian hal di atas sudah kita pahami dengan amat baik sebelum selanjutnya diberi tanda tangan SPAJ atau SPAK.
Selain laksanakan riset pada produk asuransi, mutlak untuk laksanakan riset dan tahu track record dari perusahaan asuransi tersebut. Yang paling mutlak adalah seberapa besar tingkat solvabilitas atau risk based capital dari perusahaan asuransi tersebut.

Risk based capital merupakan metode perhitungan untuk pilih apakah perusahaan asuransi tersebut berada di tingkat sehat secara finansial untuk membayarkan semua tanggung jawabnya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan semua perusahaan asuransi memberi tahu kepada nasabahnya seberapa jauh tingkat RBC perusahaan asuransi tersebut.

Sebagai contoh Prudential, pada kuartal ke dua di th. 2021 ini, sama sekali pandemi belum berakhir tetapi tingkat RBC yang dimiliki Prudential termasuk tinggi yakni 428%. Besaran takaran tersebut tiga kali lebih besar dibandingkan minimal tujuan internal yang sudah ditetapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *